Jumat, 10 Januari 2014

cinta tak terbalas

Jadi inilah akhir dari semuanya?

Sangat Menyedihkan..

Mungkin aku harus mencari tempat teraman bagiku meneriakkan segala asa yang tak pernah bermuara, tertatih membenahi retak tanpa seorangpun melihat..
Tak inginkah kamu tau kabarku?
Tak inginkah kamu bertemu denganku?
Apa ada sedikit saja rindumu untukku?
Hallo (cinta)?
Apa kabarmu?
Berapa lama kita jalani cinta sederhana yang penuh dusta?
Seminggu...
Dua minggu...
Tiga minggu...
Selama itu pula setiap hari terasa seperti adegan slow motion di tv, begitu lambat,karna tak henti aku merindu, rindu yang tak terbalas
Hari ini tepat di minggu ke 3 jeda kita.
Maaf untuk semua hal yang kulakukan yang hanya membuatmu kesal.
Maaf untuk semua kata yang ku ucap yang kadang menyinggung perasaanmu
Maaf juga untuk kekhilafanku berani mencintaimu.
Maaf karena jarak adalah mungkin satu-satunya ruang bagiku untuk bersembunyi sembari menata hati,mencoba menjauh darimu.
Seandainya kamu tahu sebenarnya aku begitu letih menarik diri, berperang melawan rinduku sendiri.
Aku tahu kamu juga letih mencari alasan untuk menyampaikan bahwa bukanlah aku yang kamu harap berdiri di sana.
Ketahuilah, aku hanya sedang berusaha sekuat tenaga menempatkanmu dalam porsi yang seharusnya bukan sebagai kekasih seperti yang ku impikan.
Saat aku mengenalimu,dan merasakan getaran cinta itu, Aku bersinar..
Cahayaku mengalahkan seluruh pijar lampu yang ada di seluruh kota
Sesekali aku menoleh ke arahmu, mencari tahu, menerka, mengerahkan seluruh kemampuan yang kupunya, berharap menemukan jawaban yang bisa kujadikan pertanda bahwa kamu juga merasakan hal yang sama..
Tapi tidak ada.. TIDAK SATUPUN PERTANDA.
Lagi dan lagi aku dipaksa untuk memahami bahwa momen ini harus kunikmati sendiri dalam hati, serupa dengan momen lainnya yang pernah kamu cipta.
Aku kecewa, cahayaku meredup, genggaman tanganku melemah..
Tapi aku coba mempereratnya.
Ingat waktu pertama kita bertemu setelah kamu bilang mau mencoba menerima cintaku??
Itu adalah satu jam termanis yang pernah ada..
Satu jam termanis yang diberikan Tuhan bagiku untuk berasumsi bahwa kamu adalah milikku.
Banyak yang sebenarnya ingin kuceritakan kepadamu,
Tentang beribu rindu yang kubiarkan melayang di udara,tanpa ada tempat untuk singgah.
Tentang semua tulisanku yang berbau kamu..
Tentang tumpukan buku di lemari yang kubaca setiap malam untuk mencegahmu menyusup di pikiranku..
Sekarang aku mengaku kalah dan aku menyerah
Karena sekarang sudah waktunya aku berhenti dan melihat ke arah lain.
Sudah waktunya aku menyimpan kita rapi di kotak memori.
Tapi ketahuilah, sampai kata kata ini di tulis bahkan berkali kali dibaca,rasa cinta itu masih utuh untukmu,akan selalu ada satu ruang kosong untukmu yang tidak akan pernah dapat dihuni oleh yang lain, karena satu ruang di hatiku adalah milikmu sampai kapanpun.
Aku akan selalu mencintaimu dengan sederhana, tidak ada yang istimewa kecuali tak ada masa dimana aku akan mati rasa. Hanya saja kali ini aku ingin memberi diriku kesempatan untuk dicintai.
Di cintai oleh orang yang mencintaiku.


sebuah tulisan untuk lia, seSosok bidadari cinta yang belum bisa kutamatkan dengan sempurna..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar